Sabtu, 08 Mei 2010

Mading Smart Edisi 21 Bulan Maret 2010

Mading Smart edisi :21
Perpustakaan Asy-syafi'iyah 01 Bulan:MEI
Jl.Urip Sumoharjo Gg 6 No: 61 A Pringlangu

Boleh Tahu

Dilarang Mengobrol

Betapa terkejutnya Michael Franker,23, saat Ia bersama temanya Berjalan jalan di Mal New York ,Amerika Serikat di panggil oleh Petugas keamanan. Michael dan temanya yang merasa tidak berslah bingung. Namun Petugas keamanan tetap memanggil mereka berdua. “Hai kalian berdua telah melakukan kesalahan!” Kata petugas keamanan itu “ Salah? Kami tidak melakuka apa-apa!Apa salah kami?” Jawab Michael
“ Hai sudah besalah tidak mau mengaku pula ?!” seru petugas semakin marah.
“coba tolong jelaskan apa kesalah kami ! “Kata teman Mishael.
“tadi saya melihat kalian berdua mengobrol , Waktu menggunakan ekskalator kalian juga tidak melipat tangan saat melihat di area pertokoan ini !” jelasnya.
Rupanya peratuan yang berlaku di New York Ini cukup aneh. Sampai-sampai Michael dan temanya merasa heran. Semua orang dilarang berbicara satu sama lain selagi menggunakan eskalator.
Satu lagi yang cukup membuat mereka berdua heran yaitu tangan harus melipat di dada saat Orang berjalan-jalan sambil melihat-lihat.
Untunglah petugas keamanan tidak jafi mengenakan denda pada Michael dan temannya. Karena mereka buakan penduduk New york .



sumber: Majalah Bobo



Sejarah nama INDONESIA
Catatan masa lalu menyebut kepulauan di antara Indocina dan Australia dengan aneka nama.
Kronik-kronik bangsa Tionghoa menyebut kawasan ini sebagai Nan-hai ("Kepulauan Laut Selatan").
Berbagai catatan kuno bangsa India menamai kepulauan ini Dwipantara (Kepulauan Tanah Seberang), nama yang diturunkan dari kata Sansekerta dwipa (pulau) dan antara (luar, seberang). Kisah Ramayana karya pujangga Walmiki menceritakan pencarian terhadap Sinta, istri Rama yang diculik Rahwana, sampai ke Suwarnadwipa ("Pulau Emas", diperkirakan Pulau Sumatera sekarang) yang terletak di Kepulauan Dwipantara.
Bangsa Arab menyebut wilayah kepulauan itu sebagai Jaza'ir al-Jawi (Kepulauan Jawa). Nama Latin untuk kemenyan, benzoe, berasal dari nama bahasa Arab, luban jawi ("kemenyan Jawa"), sebab para pedagang Arab memperoleh kemenyan dari batang pohon Styrax sumatrana yang dahulu hanya tumbuh di Sumatera. Sampai hari ini jemaah haji kita masih sering dipanggil "orang Jawa" oleh orang Arab, termasuk untuk orang Indonesia dari luar Jawa sekali pun. Dalam bahasa Arab juga dikenal nama-nama Samathrah (Sumatera), Sholibis (Pulau Sulawesi), dan Sundah (Sunda) yang disebut kulluh Jawi ("semuanya Jawa").
Bangsa-bangsa Eropa yang pertama kali datang beranggapan bahwa Asia hanya terdiri dari orang Arab, Persia, India, dan Tiongkok. Bagi mereka, daerah yang terbentang luas antara Persia dan Tiongkok semuanya adalah Hindia. Jazirah Asia Selatan mereka sebut "Hindia Muka" dan daratan Asia Tenggara dinamai "Hindia Belakang", sementara kepulauan ini memperoleh nama Kepulauan Hindia (Indische Archipel, Indian Archipelago, l'Archipel Indien) atau Hindia Timur (Oost Indie, East Indies, Indes Orientales). Nama lain yang kelak juga dipakai adalah "Kepulauan Melayu" (Maleische Archipel, Malay Archipelago, l'Archipel Malais).
Unit politik yang berada di bawah jajahan Belanda memiliki nama resmi Nederlandsch-Indie (Hindia-Belanda). Pemerintah pendudukan Jepang 1942-1945 memakai istilah To-Indo (Hindia Timur) untuk menyebut wilayah taklukannya di kepulauan ini.
Eduard Douwes Dekker (1820-1887), yang dikenal dengan nama samaran Multatuli, pernah memakai nama yang spesifik untuk menyebutkan kepulauan Indonesia, yaitu Insulinde, yang artinya juga "Kepulauan Hindia" (dalam bahasa Latin insula berarti pulau). Nama Insulinde ini selanjutnya kurang populer, walau pernah menjadi nama surat kabar dan organisasi pergerakan di awal abad ke-20.
Mading Smart Edisi 21 Bulan Mei 2010

sEjaRah siNgkAt kotA PEKALONGAN
Asal usul nama Kota Pekalongan sebagaimana diungkapkan oleh masyarakat secara turun temurun terdapat beberapa versi. Salah satunya disebutkan adalah pada masa Baurekso menjadi Bupati Pekalongan dan juga sebagai Tokoh Panglima Kerajaan Mataram. Pada tahun 1628 beliau mendapat perintah dari Sultan Agung untuk menyerang kompeni di Batavia. Maka ia berjuang keras, bahkan diawali dengan bertapa seperti kalong / kelelawar (bahasa Jawa topo ngalong) di di hutan gambiran (sekarang : kampung Gambaran). Dalam pertapaannya diceritakan bahwa Ki Baurekso digoda dan diganggu prajurit siluman utusan Dewi Lanjar, namun tidak berhasil bahkan Dewi Lanjar dipersunting Baurekso sebagai isterinya. Sejak saat itu, daerah tersebut terkenal dengan nama Pekalongan.

Dalam versi lain disebutkan bahwa nama Pekalongan juga berasal dari kata Apek dan Along (bahasa jawa : apek (mencari), along (banyak)). Hal ini berkaitan dengan perairan laut di daerah Pekalongan yang kaya hasil ikannya.
Mading Smart edisi 21 Bulan mei 2010

Robot Kecil Pemburu Penyakit


Teknologi dunia Kedokteran semakin maju. Berbagai alat canggih terus di ciptakan untuk membantu mengobati berbagai penyakit. Ginjal pasien yang sudah tidak berfungsi, misalnya, bisa diganti alias di cangkok dengan Ginjal orang lain.
Baru baru ini Kazushi Ishiyama Ilmuan dari Universitas Tohuku Jepang, berhasil merangcang robot terkecil di dunia untuk keperluan dunia kedokteran. Mikrobot alias robot mungil ini besarnya kurang lebih seukurang sebutir beras. Saking kecilnya, Robot ini bisa dimasukan kedalam tubuh manusia. Dan di dalam, robot ini akan bergerak menyusuri tubuh untuk mencari sumber penyakit dan mengobatinya. Robot ini bisa berenang didalam pembuluh darah dan bisa dipakai pula untuk memasukan obat yang terkena penyakit.
Ketika robot ada di dalam tubuh, Dokter bisa mengendalikannya kesegala arah. Hebatnya lagi, robot ini bisa dilengkapi pula dengan paku kecil yang berfungsi untuk menghancurkan jaringan kanker. Wah , dengan robot ini, penderita kanker tidak perlu operasi.


Mading Smart Edisi 21 Bulan Mei 2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar