DAMAILAH TEMAN-TEMANKU
Oleh:MUHAMMAD S ABDILLAH
Allahu akbar, Allahu akbar !!! terdengar suara Adzan Ashar berkumandang. Ryan terbangun dari tidur siangnya. “Ternyata sudah sore.” Dengan mata yang mengantuk Ryan mengambil air wudlu untuk sholat Ashar.
Setelah berwudlu dan sholat Ashar, tubuh Ryan terasa lebih segar Ia melangkah menuju garasi mengambil sepatu dan bolanya.
Kemudian Ia langsung pergi ke lapangan untuk berlatih Sepakbola. Di jalan Ia bertemu Anton dan genknya. “Hai, Ryan kamu dan genk mu akan tersingkir dari posisi kalian, kamilah yang berhak menjadi pemain inti !” kata Anton. “Ya, bukan genkmu yang menjadi pemain inti !” sambung teman-teman Anton. Ryan pun terus berjalan tidak melayaninya. Anton adalah musuh bagi Ryan dan genknya. Kedua genk itu memang saling cek-cok mulut ketika bertemu.
10 menit kemudian Ryan sampai di lapangan. Pak Andi Setiawan namanya Sang pelatih SSB Jaya Abadi. Beliau akrab dipanggil Pak An. “ Selamat sore Pak !!” sapa Ryan . “Selamat sore juga ?” jawab Pak Andi. “Kenapa muka kamu muka cemberut begitu !!”tanya Pak Andi. Tidak apa-apa Pak!! Jawab Ryan. “ya udah sekarang kamu atur barisan kita mulai latihannya !! perintah Pak Andi. “ Baik Pak !!” jawab Ryan.
Setelah selesai latihan, Ryan lansung pulang ke rumah bersama teman-temannya yaitu Arif, Jauhar, dan Zidni. Satu persatu mereka pulang ke rumahnya masing-masing. Letak rumah Ryan memang cukup jauh dari teman-temannya.
Pagi-pagi sekali Ryan berangkat Sekolah . Ryan duduk di kelas 9 MTs N Ays- Syafi’iyah. Baru smapai di gerbang sekolah Ryan dipanggil Jauhar, “Yan….Yan gawat! Posisi kita digantikan sama genknya Anton !” kata Jauhar . “ Ah masa ?? jawab Ryan. Kalau gak percaya lihat saja di mading!” Sambung Jauhar. Ryan Pun langsung berlari menuju mading, benar kata Jauhar rupanya Tim Kesebalasan Jaya Abadi telah diubah pemainya. Genk Anton menduduki sebagai pemain inti, sedangkan genk Ryan menjadi pemain cadangannya.
Sorenya genk Ryan berkumpul di rumah Pak Andi . “Ini tidak bisa di biarkan Pak !, Kita kan yang lebih pandai dari gengnya Anton !” protes Jauhar. “Tenang-tenang dulu , kalian harus menerimanya , Saya yang ngatur ,kalian harus nurut ,yang lain juga ingin menjadi pemain inti juga! Gentian dong ??” kata Pak Andi sambil menenagkan anak – anak. Akhirya Ryan dan Kawan- kawannya pulang dengan kecewa.
Sejak itu antara genk Ryan dan genk Anton menjadi musuhan . Setiap bertemu selalu mengolok-ngolok, mencaci maki dan lain – lain.
Idul fitri telah tiba, tapi genk Ryan sama genk Anton tetap bermusuhan. Untuk mengatasinya Pak Andi mengundang Wawan dan Toni ke rumah Pak Andi. Kenudian Pak Andi menjelaskan masalah tersebut. “Gimana nih menurut kalian berdua ?” tanya Pak Andi. “Gini, bagaimana kalau kita adakan Halal bi Halal, Kemudian kita damaikan genk Ryan dan genk Anton!” usul Wawan. “ Baik kita adakan Halal bi Halal. tapi tempatnya dimana ?? tanya pak Andi. “Tempatnya di rumahku saja, soal jajannya tenang ? saaya grtisin !!!ujar Wawan. “ Ya sudah Bapak nurut saja sama Kalian, nanti Bapak akan buat undangan dan kalian yang membagikannya.!” Kata Pak Andi. “ Baik Pak.”jawab Wawan dan Toni.
Keesokan harinya acara halal bi halal. Pukul 08.00 tepat seharusnya acara dimulai tapi genk Ryan dan genk Anton pun belum datang juga. “ Aduh gimana nih ?? kok mereka belum dating ?”kata Wawan dengan cemas. “Tunggu sebentar ? ujar Pak Andi . Setelah ditunggu selama 60 menit genk yang sudah ditunggu akhirnya datang juga. “ Alhamdulillah akhirnya mereka datang juga !” ucap Toni.
Acara halal bihalal pun dimulai, acra ini juga dihadiri kepala Sekolah MTs beliau bernama Ustadz Mutaqin. Kemudian Ustadz Muttaqin menyampaikan pidato singkatnya, “Wahai anak-anakku janganlah kita bermusuhan tidak baik , memang meminta maaf akan kesalahan yang telah Kita perbuat dapat dilakukan kapan saja diluar bulan Syawal, akan tetapi tidak melebihi kemantapan dan keagunagan jika dibandingkan bermaaf – maafan pada bulan Syawal dalam kesempatan Idul Fitri. Marilah kita hilangkan segala perasaan yang dapat marusak hati kita. Jalinlah tali silaturahmi antar sesame sehingga terjalin persaudaraan yang harmonis, memperkuat ukhuah islamiyah yang selama-lamanya.”
Setelah Ust. Muttaqin memberikan piDAto singkatnya Anton dan Ryan langsung meminta maaf begitu juga teman-teman yang lain saling bermaaf-maafan juga. “ Alhamdulillah mereka mau berdamai !ucap Toni dan Wawan.
Keesokan harinya mereka berkumpul di Sekolah untuk membahas pemain inti Kesebelasan Jaya Abadi. Ryan masih tetap menjadi ketua sekaligus kapten. Anton menjadi penyerang bersama Ryan sisanya menjadi pemain tengah, Bek, Keper dan pemain cadangan, semua menyetujuinya.
Kini semuanya menjadi sahabat tidak lagi bermusuhan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar